Semuanya Butuh Proses
oleh : Ignaz Prabu 8/27/07 12:41:40 PM
Memang
susah jika kita terlalu banyak pertimbangan. Satu yang pasti kita mesti
memperimbangkan ke depan..apapun juga secara Positif Thinking.
Big Think (Why)
Tiap orang punya impian. Beberapa contoh impian diantaranya :
- Ada orang yang ingin kaya dengan menggambarkan jika kaya bisa melakukan ini dan itu.
- Ada
orang yang ingin hidup dikelilingi banyak teman sehingga tiap hari bisa
dekat dengan teman-teman, bisa saling bertukar pikiran dan bisa saling
berbagi kala suka dan duka.
- Ada yang punya impian ingin menjadi
pemimpin, bisa memimpin satu organisasi atau kelompok masyarakat
sehingga dihargai, dihormati, bisa menyumbangkan sesuatu untuk kelompok
itu atau masyarakat luas.
- Ada yang punya impian sederhana
hidup di kampung atau pedalaman atau kota kecil, tidak usah banyak
kerja tapi punya penghasilan, menikmati alam pegunungan tiap hari
ditemani keluarga yang bahagia
- Dan banyak contoh lainnya
Sebelum
mencapai impian jangka panjang orang perlu mencapai impian-impian
jangka pendek yang terukur (spesifik) sebagai pijakan impian jangka
panjang, berikut adalah contoh impian berturutan :
———————————————————————–
Target Hasil Spesifik Lama
———————————————————————–
Lulus
SD Nilai rata-rata 7 6 thn
Lulus SMP Nilai rata-rata 7 3 thn
Lulus
SMA Nilai rata-rata 7 3 thn
Lulus Kuliah S1 Kuliah Arsitek I UI IPK 3 4,5 thn
pekerjaan Arsitek di konsultan properti 3 bln
dg gaji Rp.1,5 jt pr bulan
cicil Motor Motor Honda Megapro 3 bln
cicil Rumah Di Depok nilai Rp. 150jt 3 thn
Menikah Sesuai dengan tambatan hati 3 thn
Nilai
Aset 500jt Aset berupa : 2 thn
* properti Rp. 250jt
* paper aset 200jt
* deposit & kas 40jt
* motor 10jt
—————————————————————————————–
Berikut contoh big think secara bertahap untuk lulusan perguruan tinggi yang ingin berwiraswasta :
—————————————————————————————–
Pendirian Konsultan arsitek
Aset mulai Rp. 30 jt dari hasil pinjaman orang tua, dg pemegang
saham bersama teman2 (total 5 orang) – berbentuk PT (2 thn)
Pengembangan Konsultan
Perusahaan berbentuk PT Arsitek ke bidang menjadi 3 , yang satu khusus
interior, yang bersesuaian satu khusus pembangunan perumahan
perorangan, satu khusus pembangunan project dengan perusahaan dan atau
pemerintah – total aset ketiga PT = Rp 1 miliar (3 thn)
Satu PT Go Public
Satu
perusahaan melaksanakan IPO dengan menyerap dana masyarakat
Rp. 500 miliar (3 thn)
———————————————————————————————–
Impian
adalah daya penarik (pull factor) untuk bergerak, termotivasi untuk
melakukan satu hal tertentu karena ingin mencapai big think-nya. Jika
tercapai dapat berada pada level seperti yang digambarkan pada saat big
think telah tercapai.
Selain itu diperlukan juga faktor
pendorong (push factor) untuk bergerak dalam melakukan sesuatu karena
alasan saat ini atau di masa lalu. Daya pendorong itu misalnya orang
tersebut tak ingin dirinya miskin sehingga menjadi pendorong melakukan
sesuatu sedemikian rupa sehingga posisinya tidak pernah miskin.
Untuk
bergerak tiap orang butuh suatu pull factor atau impian yang harus
didefinisikan sendiri oleh masing-masing pribadi. Makin solid impian
seseorang daya penariknya untuk melakukan sesuatu makin besar. Sebagai
contoh, jika Wright bersaudara tidak punya impian bahwa orang bisa
terbang seperti burung, saat ini mungkin kita belum bisa melihat atau
naik pesawat terbang. Jika Thomas Alva Edison tidak bermimpi dan
berhenti untuk berusaha bahwa secarik bahan dapat menerangi atau
bercahya maka lampu tentunya tidak menerangi kehidupan kita saat ini.
Impian
tidak harus yang tinggi-tinggi, tetapi yang penting impian tersebut
menjadi penarik sesorang untuk mencapainya seberapapun terjal dan
susahnya untuk pencapaian. Impian seberapapun tingginya untuk dicapai
dengan perencanaan terlebih dahulu disebut sebagai Big Think.
Jadi tahap awal adalah
- dari kita tiap pribadi
- harus memiliki impian
- yang direncanakan untuk dicapai
atau memiliki big think.
Ini adalah salah satu komponen (why) mengapa kita harus berjuang dalam hidup.
Tujuan (What)
Tujuan hidup tiap orang berbeda-beda.
Pen-definisi-an yang tepat tujuan hidup merupakan ukuran suatu Big Think telah 50% tercapai. Sisanya 40% adalah aksi dan 10% kegigihan.
Ada beberapa kondisi yaitu :
- Hanya
punya impian, jalan hanya mencapai 50% dan tidak ada yang dilaksanakan
artinya tujuan tidak tercapai dan hanya mencapai 0% alias tidak ada
hasil sama sekali.
- Hanya ber-aksi saja, 40% saja yang
dikerjakan, tetapi tanpa arah sehingga hasilnya paling tinggi 10% dari
batas optimum (batas dari yang hasil terbaik)
- Hanya kegigihan saja…ya diawang-awang hasilnya 0% karena tidak dilaksanakan
- Punya
impian dan ada aksi sehingga hasilnya 90%, cukup baik tapi tidak
maksimal, karena dengan kegigihan hasil akan berkali-kali lipat.
Pendefinisian Tujuan
- 50% Aksi
- 40% Kegigihan
- 10%
- Jika
ada big think, aksi dan kegigihan hasil yang tercapai adalah yang
terbaik. Jika hasil yang terbaik tentu banyak orang yang menghargai dan
bisa menjadi acuan. Jadi jika tiap kali mencapai 100% hasil (hasil
terbaik) orang akan percaya akan yang kita lakukan dan bisa menjadi
tolok ukur (benchmark), akan menjadi berkali-kali lipat karena :
- Cara mencapai bisa diikuti orang lain, bisa diamalkan atau hak ciptanya dijual dalam bentuk buku, reseller, atau hak cipta
- Menjadi leader atau pemimpin dalam bidang tersebut sehingga hasil bisa berkali-kali lipat
- Menjadi market leader berarti pasar akan tersedot pada yang bisa dijadikan acuan
- Mendidik
orang lain untuk saling berkompetisi dan menciptakan alur untuk
mencapai impian yang lebih tinggi, lebih bear, lebih cepat dan lebih
baik lagi. Misalnya pelari 100m yang berhasil mencapai rekor jadi 9.97
detik, berikutnya cara untuk mencapainya akan diikuti pihak lain bahkan
kalau bisa melampauinya artinya lebih cepat lagi daripada 9.97 detik.
- Secara batin menghasilkan kreasi terbaik adalah suatu kepuasan batin
Bagaimana mendefinisikan tujuan hidup ?
Sangat mudah, tentunya mulai dari beberapa hal berikut :
- Potensi
atau bakat, tiap orang sekecil apapun pasti memilikinya, ada yang
berbakat menyanyi, berbakat menulis, berbakat humor, berbakat olahraga
dan sebagainya. Gali kalau perlu minta pendapat orang lain perihal
bakat apa yang dimiliki.
- Kesukaan atau hobby adalah kegiatan
yang selalu dilakukan secara berkala dengan senang hati. Jika kegiatan
dilakukan secara berkala dengan senang hati tentunya kemamuan,
pengetahuan dan suasana hati mengarah ke bidang tersebut. Dengan
sendirinya kedalaman atau kemahiran dalam bidang tersebut akan makin
meningkat. Sebagai contoh orang yang suka/hobby pelihara ikan tentunya
pengetahuan, kemampuan dan hatinya akan berbinar jika diajak bicara
tentang ikan. Lebih khusus lagi jika orang tersebut punya kekhususan
misalnya ikan koi, kemahiran tentang ikan koi akan makin terasah.
- Pendidikan
dan ketrampilan. Ini adalah dasar berikut yang sangat penting. Tujuan
hidup akan lebih mudah digali jika orang tersebut punya background atau
dasar pendidikan/ketrampilan yang sesuai. Seorang arsitek yang memang
lulusan arsitek dan punya ketrampilan untuk mendesain interior akan
sangat berguna apabila bergelut dalam bidang arsitek
- Lingkungan
sosial dan komunitas yang biasa jadi tempat berkumpul adalah indikator
yang sangat penting, informasi bidang yang digeluti akan berguna jika
komunitas yang sesuai sehingga informasi tambahan akan diperoleh dari
komunitas tersebut. Jikapun belum menemukan komunitas ini dengan
sendirinya suatu waktu harus masuk ke komunitas tersebut untuk menambah
wawasan.
- Karakter pribadi, yaitu sifat tetap yang sangat sulit
untuk diubah yang merupakan pembawaan seseorang. Misalnya karakter yang
kutu buku sangat membantu profesi yang berkaitan dengan menulis atau
profesi di belakang meja. Sebaliknya orang yang biasa di lapangan akan
kesulitan jika diminta untuk bekerja d belakang meja.
Target Waktu (When)
Kapan
selesai adalah salah satu komponen penting. Suatu tujuan hidup yang
telah ditentukan dan telah didefinisikan untuk dikerjakan perlu ada
batas waktu penyelesaian.
Kenapa ?
Sebagai contoh orang yang bermaksud mengadakan perjalanan Jakarta – Yogya, akan mengambil salah satu cara dari
beberapa alternatif berikut :
1. Jalan saja tanpa petunjuk dengan moda transportasi apapun, jalan kaki, naik bis, kereta api, pesawat dlsb (biaya 0 sampai tak terbatas)
2. Jalan kaki menuju yogya : perkiraan waktu 4 bulan, biaya 4 bulan biaya makan
3. Naik Sepeda : perkiraan waktu 1 bulan, biaya 1 bulan biaya makan
4. Naik Sepeda Motor : perkiraan waktu 2 hari, biaya 2 hr by makan +/- Rp. 200.000 bensin
5. Naik Mobil Sendiri : perkiraan waktu 12 jam, biaya 2 hr by makan +/- Rp. 300.000 bensin
6. Naik Bis Kota : perkiraan waktu 12 jam, biaya Rp. 60.000 s/d R. 150.000 tergantung kelas
7. Naik Kereta Api : perkiraan waktu 12 jam, biaya Rp. 60.000 s/d R. 200.000 tergantung kelas
8. Naik Pesawat Terbang : perkiraan waktu 1 jam, Rp. 160.000 s/d R. 1.000.000 tergantung kelas
Jika
tidak ada target untuk selesai seperti butir (1) dengan moda
transportasi apapun tidak akan sampai ke tujuan. Artinya bahwa tujuan
dan target waktu harus ditentukan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan
supaya ada arah ke mana dan berapa lama arah terebut diperkirakan akan
tercapai.
Kecepatan waktu tergantung moda transportasi yang
dipakai, makin canggih suatu moda transportasi makin cepat tujuan
tercapai. Maksud analogi tersebut yaitu makin tepat strategi untuk
mencapai tujuan makin cepat waktu pencapaian.
Kesimpulan uraian di atas yaitu :
- Harus ada batas waktu pencapaian tujuan
- Gunakan strategi pencapaian yang terbaik sehingga cepat selesai
- Makin cepat selesai makin banyak pekerjaan/tujuan yang bisa dilakukan
- Jika
mungkin delegasi atau kerja sama dengan pihak lain sehingga bisa banyak
tujuan atau tujuan yang terpenting yang paling cepat terselesaikan
Cara Mencapai Tujuan (How)
Kata
lain cara mencapai tujuan adalah strategi. Strategi adalah paduan dari
art/seni, pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman. Untuk mendapatkan
strategi terbaik ke-empat komponen tersebut perlu didalami.
Masing-masing punya karakteristik yang unik.
Art/Seni
Seni
adalah suatu sudut pandang dari suatu pribadi yang diangkat ke
komunitas dan lebih tinggi ke masyarakat umum bahwa suatu paduan cara,
warna, hasil karya atau apapun juga itu cukup bernilai. Nilai bisa
dilihat dari keunikan, alirannya, keindahan, kecermatan, kepintaran,
keagungan dan ‘teman-temannya’.
Dalam hal strategi mencapai
tujuan, art/seni berarti bahwa tiap orang bisa mempunyai cara
masing-masing/unik. Seni mencapai tujuan itu adalah sesuatu yang bisa
dinikmati dan dijalani dengan lebih bernilai.
Pengetahuan
Pengetahuan
diperoleh dari berbagai sumber, yang pasti dari luar pribadi. Sumber
pengetahuan diantaranya : pendidikan, buku, internet, orang yang ahli,
guru, dan sumber-sumber lain. Cara paling baik adalah menyerap
pengetahuan dari masternya. Artinya belajar dari orang yang keempat
perpaduan ini (seni, pengetahuan, ketrampilan, pengalaman) bisa
dikatakan atau diakui oleh masyarakat luas.
Ketrampilan
Ketrampilan
adalah kemampuan untuk melaksanakan pengetahuan dalam pelaksanaan.
Orang yang berpengetahuan belum tentu punya ketrampilan. Sebailknya
orang yang berketrampilan belum tentu berkemampuan. Tentunya salah satu
cara untuk meningkatkan ketrampilan adalah melaksanakan strategi
berulangkali untuk bisa trampil dan bertanya pada yang udah trampil
untuk bisa mengetahui tips-tips di lapangan dalam pelaksanaannya.
Pengalaman
Pengalaman
adalah suatu proses pelaksanaan, dengan demikian orang yang
berpengalaman adalah orang yang telah cukup lama (dalam rentang waktu
tertentu) telah melakukan sehingga dengan pengalamannya punya
kematangan untuk menjalani lagi, untuk mengajar dan menerima tantangan
apapun dan seberat apapun dala mencapai tujuan.
Cara paling
mudah cari dan dapatkan orang yang berpengalaman, yang telah
menjalankan keempat komponen dan secara konsisten (seni, pengetahuan,
ketrampilan, pengalaman) dan belajar darinya.
Costumize (Gue Bangeet)
Tiap orang punya strategi/cara masing-masing untuk mencapai tujuan.
Tidak
mudah menilai bahwa strategi yang satu lebih baik dari yang lain.
Selain kecepatan, seni suatu tujuan dicapai secara tuntas, artinya
tidak ada persoalan di kemudian hari. Misalnya kita mencapai kekayaan
dengan cara korupsi adalah satu cara mencapai tujuan tetap tidak
tuntas, karena di kemudian hari akan ada masalah yang timbul dari sisi
hukum.
Dengan demikian strategi mencapai tujuan dengan menggali
dari diri sendiri tereleh dahulu, misalnya belum ada ada pengetahuan
dan hanya memiliki ketrampilan, pada saat ini yang penting harus mulai
lebih dahulu dengan melakukan aksi. Semua sisi secara bertahap perlu
dikembangkan dengan menjalani satu demi satu tujuan jangka pendek.
Tujuan awal dimulai dari yang paling sederhana dan berikutnya tingkat
kesulitan makin besar. Hal ini untuk mengasah keempat matra tersebut
(seni, pengetahuan, ketrampilan, pengalaman).
Sehubungan tiap
orang punya bekal yang berbeda maka untuk tahap awal, untuk mendalami
dan melakukan perpaduan keempat matra tersebut dimulai dari bekal yang
paling kuat, untuk meningkatkan percaya diri, secara perlahan sisi yang
lemah diperkuat dengan menambah jam terbang atau bertanya atau menggali
dari banyak sumber atau dari pengalaman itu sendiri.
Sebagai
contoh orang yang hanya punya ketrampilan, maka ketrampilan tersebut
secara bertahap ditambah dengan pengetahuan dari berbagai sumber,
misalnya dari buku. Secara perlahan tentunya pengalaman akan bertambah
dan seni untuk mencapai tujuan akan makin bertambah. Ini adalah suatu
proses belajar. Mengapa ini penting karena seperti sekolah mulai dari
TK-SD-SP_SMA dan kuliah demikain pula dalam belajar untuk mencapai
tujuan sama pula dimulai dari dasar, menengah, atas, sampai mahir kalau
perlu sampai menjadi master.
Segala sesuatu harus di-customize
sesauai dari yang kita punya atau dengan bahasa gaul gue banget tapi
secara perlaan kemampuan akan menjadikan orang tersebut makin
profesional dalam mencapai tujuan.
Semua Butuh Proses dan Perjuangan (action)
Tidak ada sesuatu hal yang baik itu terjadi secara instan.
Semuanya
butuh proses dan perjuangan untuk mendapatkannya. Yang paling penting
seringkali seperti diuraikan di atas adalah kegigihan. Proses dan
perjuangan bisa berlangsung panjang tapi tanpa kegigihan untuk
menyelesaikan dengan tuntas tanpa kegigihan layaknya seperti sayur
tanpa garam. Tidak ada rasanya bahkan tidak akan mencapai hasil.
Dua kata penting yang patut dikaji dan jadi pedoman yaitu sebelum tujuan dicapai JANGAN MENYERAH.
Tujuan
itu harus dicapai selama menurut hati nurani tujuan itu adalah mulia.
Keyakinan untuk mencapai dan kemauan untuk melaksanakan dan menggali
terus kemampuan dengan persiapan yang cukup tentunya akan sampai garis
finish dengan indah.
Indah pada waktunya adalah buah dari suatu
prosses perjuangan, kegigihan dan tentunya doa. Selamat mendefinisikan
tujuan dan selamat berjuang untuk mencapainya satu demi satu sampai
tujuan jangka panjang tercapai.
Amin.
http://indointernetmarketer.cjb.net